Gunung Andong dengan Segala Keindahannya
Feature Traveling
Gunung Andong- Gunung yang tidak
terlalu tinggi, namun sangat menawan yang letaknya tidak jauh dari pos
pendakian Gunung Merbabu berada di di antara Desa Ngablak dan Tlogorjo, Grabag,
Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Gunung ini banyak diminati oleh para
pendaki pemula dengan ketinggian 1726 MDPL. Lokasi ini sering digunakan para
pendaki untuk menghabiskan waktu di akhir pekan dan menikmati pemandangan
matahari terbit dan terbenam.
Jalur pendakian Gunung Andong bermula dari beberapa
basecamp yang bisa diakses dari beberapa tempat. Empat basecamp berada di
Kecamatan Ngablak, yaitu via Dusun Sawit, Dusun Pendem, Dusun Gugik, dan Dusun
Temu. Dua lainnya berada di Kecamatan Grabag yaitu via Dusun Kudusan dan Dusun
Sekararum Kembangan. Adapun Basecamp Taruna Jaya Giri di jalur pendakian via
Dusun Sawit, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak masih menjadi favorit para
pendaki. Selain karena aksesnya yang mudah, fasilitas di basecamp pendakian
Gunung Andong ini juga menawarkan fasilitas yang lengkap.
Akhir pekan dibulan Agustus 2022, saya dan
teman-teman melakukan pendakian Gunung Andong. Persiapan dimulai dengan
mengumpulkan anggota yang akan mengikuti hiking
terdiri dari tujuh orang, tiga perempuan, saya, Lala, Jeny dan empat laki-laki,
Fariza, Defa, Benny, Pimental. Fariza sebagai ketua hiking kali ini dengan
membagi “Perlengkapan yang harus disiapkan untuk tim. Mei mempersiapkan nesting
dan logistik, Lala mempersiapkan peralatan makan dan 1 tenda, Jeny
mempersiapkan logistik, saya membawa kompor lapangan lengkap dengan gasnya dan
nesting, Defa mempersiapkan tenda, Benny juga tenda, dan Pimental mempersiapkan
peralatan memasak. Peralatan pribadi yang harus ada disetiap tas anggota antara
lain Slepping bag, matras, baju ganti, alat mandi, jaket, kaos kaki, obat pribadi,
air minum, sarung tangan dan senter.” Ucap Fariza (20) Rabu, (4/8/2021).
Jadwal berangkat kami pada hari Sabtu, (7/8/2021)
malam pukul 19.00 WIB dengan pejalanan selama dua jam perkiraan sampai di
basecamp pukul 21.00 WIB . Saat di jalan kami terkendala hujan hingga harus
meneduh sejenak karena berada di area hutan yang minim penerangan. Setelah
beberapa waktu menunggu hujan reda, kami melanjutkan perjalanan, sampai di
basecamp pukul 22.00 WIB dan tidak lupa untuk melakukan registrasi sebelum
memasuki basecamp. Tiket masuk Gunung Andong Rp. 20.000, untuk pendakian satu
orang, dan biaya parkir motor.
Sejenak beristirahat di basecamp dengan melakukan
kegiatan pemanasan dan mengisi tenaga dengan makan hingga waktu kesepakatan
memulai hiking pukul 01.00 WIB dini hari. Sebelum hiking dimulai Fariza kembali
mengingatkan “cek perlengkapan pastikan tidak ada yang tertinggal dan gunakan
perlengkapan dengan benar setelah itu dihimbau untuk tidak saling meninggalkan
atau mendahului teman satu tim, tetap sesuai tugas masing-masing, saling
menjaga dan jangan lupa berdoa”. Fariza (20) Minggu, (8/8/2021).
Setelah berjalan begitu jauh dan melewati semua medan
di tanjakan yang licin dan cukup terjal, tidak terasa kami sudah berada di summit attack atau lokasi di mana para
pendaki gunung berada di posisi yang telah mendekati dengan puncak gunung
tersebut. Namun masih ditempuh beberapa meter lagi. Dengan banyak keluhan
terlebih dari yang perempuan “masih jauh ya?” pertanyaan Lala, “enggak, lima cm
lagi” jawab Defa sembari bercanda. “tenang di puncak ada alfamart haha” ucap Pimental.
“yuk bisa yuk” ucapku memberi semangat untuk semua.
Pada akhirnya sampai di puncak pukul 03.00 WIB dini
hari, langsung mencari tempat untuk mendirikan tenda. Setelah selesai langsung
beristirahat berharap mendapat sunrise
atau matahari terbit dengan indah. Dan ternyata pagi itu benar-benar sunrise
yang sempurna di Gunung Andong hingga dapat melihat gunung lain seperti Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu, dan slamet meskipun sempat gerimis.
“Perjuangan memang tidak membohongi hasil” ucapku sembari menikmati sunrise di
atas 1726 MDPL Gunung Andong.
Sunrise di puncak
Gunung Andong dengan view Gunung Merapi dan Merbabu pukul 4.45 WIB
Saat waktu mulai pagi pemandangan yang sangat
indah terlihat didepan mata, para pendaki yang sedang mengabadikan momen pagi
ini, terlihat sinar matahari yang indah dan sangat terang dan nyata, yang biasa
orang sebut dengan golden sunrise. Meski
tergolong berketinggian rendah, Gunung Andong sangat cocok bagi pemula. Tiap
akhir pekan, Gunung Andong sangat ramai dikunjungi para pendaki dari berbagai
wilayah di Jawa Tengah. Gunung ini pun tergolong unik, karena bisa dinikmati
oleh semua kalangan, muda-mudi, anak-anak, dan bahkan orang berusia senja bisa
sanggup menaiki puncak gunung itu.
Daya tarik selanjutnya dari Gunung Andong adalah
panorama alam sekitarnya. Perlu diketahui bahwa Gunung Andong merupakan gunung
bertipe perisai, dengan 4 puncak yang tidak terlalu luas. Di samping kiri dan
kanan berupa tepian jurang, yang ditumbuhi oleh hamparan hijaunya rerumputan
liar. Di depan Gunung Andong, terdapat panorama gunung lainnya yang sama-sama
terkenal, yaitu Gunung Telomoyo. Bahkan gunung lainnya yang juga terkenal bisa
terlihat saat berada di puncak Gunung Andong.
Kanan lala, tengah penulis, dan kiri
Jeny pada pukul 6.00 WIB di Puncak Jiwa
Gunung
Andong memiliki empat puncak sekaligus dan berjejer. Keempat puncak itu adalah
Puncak Makam, Jiwa, Andong, dan Alap-alap yang membentang dari barat ke timur. Puncak
paling tinggi adalah Puncak Andong, sedangkan Puncak Jiwa biasanya menjadi camping ground alias tempat ngecamp.
View Puncak Makam dilihat dari puncak alap-alap
Puncak Makam adalah puncak yang pertama kali dilihat
dan dilalui. Disebut Puncak Makam sebab di kawasan itu terdapat makam Kiai Abdul
Faqih atau yang dikenal dengan Ki Joko Pekik, tokoh yang dihormati masyarakat
setempat. Pendaki juga dapat mendirikan tenda di area bawah Puncak Makam Jiwa.
Dari Puncak Makam, mendaki sejenak untuk bisa sampai ketiga puncak Gunung
Andong lainnya. Begitu di puncak, semua rasa lelah setelah mendaki akan
terbayar lunas. Pemandangan yang tersaji di depan mata begitu mengagumkan.
Memanjakan semua indra.
Foto penulis di Puncak alap-alap
Puncak Alap-alap, semua bisa terlihat hanya dengan
memutar badan! Termasuk deretan perbukitan yang membentang serta panorama
Magelang serta daerah lain. Semuanya tampak begitu jelas. Tambahkan momen saat
Matahari hendak terbit atau terbenam lalu lautan awan yang begitu luas. Syahdu!
Pemandangan inilah yang membuat banyak pendaki gagal move on dari Gunung Andong.
Setelah puas menikmati puncak, kami segera bergegas
untuk berkemas-kemas dan turun kembali ke basecamp
karena hujan mulai turun. Memulai perjalanan pulang, yang masih sungguh-sungguh
panjang dengan ditemani hujan rintik-rintik. 2 jam 15 menit adalah waktu yang
dibutuhkan untuk turun, itu sudah termasuk istirahat sejenak berkali-kali
karena kaki kami yang lumayan sakit, dan pemberhentian di pos 1, 2, 3 untuk
sejenak membersihkan lumpur yang ada di sepatu. Akhirnya, kami pun sudah
kembali sampai di gapura masuk yang menjadi iconnya pendakian Gunung Andong via
Sawit. Ditutup dengan jajan soto di basecamp.




Comments
Post a Comment