RIWAYAT KINI DAN DULU, WARUNG APUNG ROWO JOMBOR
Kabupaten Klaten memang memiliki banyak
potensi wisata yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Mulai dari wisata
budaya hingga wisata alam, semua tersaji di Klaten. Selain memiliki banyak
umbul atau pemandian alami, Kabupaten Klaten masih memiliki destinasi wisata
air lainnya. Salah satu obyek wisata yang bisa dikunjungi adalah Rowo Jombor.
Namun, Rowo Jombor bukanlah
semacam umbul atau pemandian alami. Rowo Jombor merupakan sebuah waduk yang
memiliki luas sekitar 198 hektar. Obyek wisata ini berada di sebelah selatan
dari pusat Kota Klaten. Obyek wisata Rowo Jombor tepatnya berada di Desa
Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dari Kota Klaten,
jarak tempuhnya adalah sekitar 7,5 kilometer dengan waktu tempuh kurang-lebih
20 menit.
Warung apung di kawasan Rawa Jombor, Desa
Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, puluhan tahun telah menjadi
ikon wisata. Namun kini warung apung tinggal kenangan karena sudah dibersihkan
tidak tersisa. "Warung apung sudah
hilang, tidak akan ada lagi meskipun itu ikon sejak lama Kabupaten Klaten.
Sudah bersih," ungkap pemilik warung apung. Para warga mengatakan proyek revitalisasi Rawa
Jombor sudah berjalan. Semua warung dibersihkan dan pedagang dipindah.
Pemindahan tempat pedagang ke selatan rawa
yang sekarang bisa menjadi tempat pertemuan dan kumpul bersama keluarga, namun
terlihat sepi dan sangat jarang pengunjung. Dengan demikian tidak ada lagi
warung apung.
Sedangkan untuk pemancingan juga belum pasti."Untuk
pemancingan katanya dipindahkan ke Utara dekat makam. Tapi teman- teman 50
persen masih keberatan, luasnya untuk pemancingan hanya 1,5 hektare,"
imbuh Sutomo yang ketua paguyuban perahu tradisional.
Ketua paguyuban pemancingan rawa, Sugeng Jendro mengatakan warung apung adalah
ikon sejak 2002.
Tetapi dengan dipindahkan ke plaza otomatis
hilang.
"Jadi saat ini tidak ada lagi warung apung, nantinya dipindahkan ke plaza
jadi semacam food court. Bukan lagi warung apung di tengah rawa,". Untuk
pemancingan, masih diijinkan tetapi hanya diberikan lahan sekitar 1,5 hektare.
Itu saja nantinya hanya murni pemancingan.
"Nanti ya cuma pemancingan, tidak ada warung. Luasnya 1,5 hektare,
dibatasi maksimal 750 meter, padahal dulu ada yang sampai 2.000 meter,"
kata Sugeng. Para wisatawan yang mengunjungi rawa melihat tidak ada lagi warung
apung di tengah rawa.
Rawa sudah bersih dan pemandangan di selatan
terlihat jelas.
Papan nama, tempat parkir, dan pos jaga warung masih berdiri sisanya. Sedangkan
perabotan warung apung, tali, bambu, dan jaring masih dikumpulkan di tepi rawa.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkab Klaten Sri
Nugroho mengatakan warung apung akan dipindahkan usahanya ke plaza. Plaza di
sisi selatan.
"Dipindahkan ke plaza di selatan rawa. Plaza dibangun oleh Disbudpar
provinsi dan balai besar sungai wilayah Bengawan solo".
Wahana wisata di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan
Bayat, Klaten terus bertambah. Warga memanfaatkan kawasan Rawa Jombor untuk
membuka jasa perahu wisata tradisional hingga speed boat. Di daratan, warga
juga membuka jasa persewaan skuter listrik untuk berkeliling kawasan waduk
tersebut.


Comments
Post a Comment