RIWAYAT KINI DAN DULU, WARUNG APUNG ROWO JOMBOR

 




Kabupaten Klaten memang memiliki banyak potensi wisata yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Mulai dari wisata budaya hingga wisata alam, semua tersaji di Klaten. Selain memiliki banyak umbul atau pemandian alami, Kabupaten Klaten masih memiliki destinasi wisata air lainnya. Salah satu obyek wisata yang bisa dikunjungi adalah Rowo Jombor.

Namun, Rowo Jombor bukanlah semacam umbul atau pemandian alami. Rowo Jombor merupakan sebuah waduk yang memiliki luas sekitar 198 hektar. Obyek wisata ini berada di sebelah selatan dari pusat Kota Klaten. Obyek wisata Rowo Jombor tepatnya berada di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dari Kota Klaten, jarak tempuhnya adalah sekitar 7,5 kilometer dengan waktu tempuh kurang-lebih 20 menit.

Warung apung di kawasan Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, puluhan tahun telah menjadi ikon wisata. Namun kini warung apung tinggal kenangan karena sudah dibersihkan tidak tersisa.  "Warung apung sudah hilang, tidak akan ada lagi meskipun itu ikon sejak lama Kabupaten Klaten. Sudah bersih," ungkap Sumarsih (40), Jumat (30/9/2022) pemilik warung apung.  Para warga mengatakan proyek revitalisasi Rawa Jombor sudah berjalan. Semua warung dibersihkan dan pedagang dipindah.

Pemindahan tempat pedagang ke selatan rawa yang sekarang bisa menjadi tempat pertemuan dan kumpul bersama keluarga, namun terlihat sepi dan sangat jarang pengunjung. Dengan demikian tidak ada lagi warung apung.

Sedangkan untuk pemancingan juga belum pasti."Untuk pemancingan katanya dipindahkan ke Utara dekat makam. Tapi teman- teman 50 persen masih keberatan, luasnya untuk pemancingan hanya 1,5 hektare," imbuh Sutomo(42), Jumat (30/9/2022)yang ketua paguyuban perahu tradisional. Ketua paguyuban pemancingan rawa, Sugeng Jendro(55), Jumat (30/9/2022) mengatakan warung apung adalah ikon sejak 2002.

Tetapi dengan dipindahkan ke plaza otomatis hilang."Jadi saat ini tidak ada lagi warung apung, nantinya dipindahkan ke plaza jadi semacam food court. Bukan lagi warung apung di tengah rawa,". Untuk pemancingan, masih diijinkan tetapi hanya diberikan lahan sekitar 1,5 hektare. Itu saja nantinya hanya murni pemancingan."Nanti ya cuma pemancingan, tidak ada warung. Luasnya 1,5 hektare, dibatasi maksimal 750 meter, padahal dulu ada yang sampai 2.000 meter," kata Sugeng, Sabtu(1/10/2022).

Para wisatawan yang mengunjungi rawa melihat tidak ada lagi warung apung di tengah rawa. Rawa sudah bersih dan pemandangan di selatan terlihat jelas.
Papan nama, tempat parkir, dan pos jaga warung masih berdiri sisanya. Sedangkan perabotan warung apung, tali, bambu, dan jaring masih dikumpulkan di tepi rawa.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkab Klaten Sri Nugroho mengatakan warung apung akan dipindahkan usahanya ke plaza. Plaza di sisi selatan. "Dipindahkan ke plaza di selatan rawa. Plaza dibangun oleh Disbudpar provinsi dan balai besar sungai wilayah Bengawan solo". Dihimpun dari TribunSolo.com

Wahana wisata di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten terus bertambah. Warga memanfaatkan kawasan Rawa Jombor untuk membuka jasa perahu wisata tradisional hingga speed boat. Di daratan, warga juga membuka jasa persewaan skuter listrik untuk berkeliling kawasan waduk tersebut.

Tak hanya wahana wisata yang dibuka warga. Ada spot wisata lain di kawasan Rawa Jombor meski kini warung apung yang sebelumnya menjadi salah satu ikon Rawa Jombor sudah hilang. Plaza Nyi Ageng Rakit di sisi timur Rawa Jombor dengan suasana taman dilengkapi kawasan kuliner yang cocok untuk menikmati suasana kawasan Rawa Jombor terutama saat senja.



Comments

Popular posts from this blog

Feature Kuliner :Kepel Khas Klaten

Feature : Muktamar ke 48 di Universitas ku

RIWAYAT KINI DAN DULU, WARUNG APUNG ROWO JOMBOR